Senin, 18 April 2016

let's life together ^_*

Karena aku butuh dia.....
Dalam sebuah percakapan antara seorang ibu dan anak, maka anak bertanya kepada ibu-nya "apakah ibu mencintai ayah hingga mampu menikah dan hidup bersama lebih dari 50 tahun dengan ujian yang berat tapi jarang sekali cekcok dan konflik"?
Dan ibu pun menjawab "nak...ibumu sebenarnya tidak tahu apakah cinta dengan ayahmu ataukah tidak, karena ibu-mu tak bisa mendefinisikan cinta, tapi yang jelas ibu-mu ini butuh ayahmu untuk senantiasa mengingatkan ibadah hingga ibu bertemu Alloh"
Dialog itu mengagetkan, tapi memberi sarat makna bahwa pernikahan yang senantiasa dikatakan harus dilandasi cinta sebagai puncak rasa dalam mengelola kekuatan untuk bersama terkalahkan dengan sebuah perasaan yang lain yang jarang kita perhatikan yaitu "Membutuhkanya untuk beribadah"
Itulah yang justru lebih kuat dari hanya rasa cinta dan sayang, karena cinta bisa luntur dan sayang terkadang bisa berkurang ketika kita menemukan banyak kekurangan dari pasangan kita, tapi rasa membutuhkan untuk saling bersama beribadah kepada Alloh sembari saling mengkuatkan dalam ketaatan adalah hal yang susah hilang dan ia ada selama mereka hidup beribadah kepada-Nya.
Rasa butuh tidak muncul dengan pandangan mata layaknya cinta yg mewujud dengan sebuah hal "dari mata turun ke hati", ia pun tidak hadir dengan memberi dan memahami yang membidani rasa sayang tapi ia lebih dahsyat dari itu semua, bahwa "rasa membutuhkan" itu muncul ketika pasangan saling mencintai Alloh dan memahami bersama bahwa ibadah itu adalah anak tangga menuju kecintaan kepada Alloh.
"Rasa butuh" yang melahirkan kekuatan untuk bersabar dan bersyukur bersama hingga puluhan tahun, ia tak hancur rasa itu hanya karena kekurangan dan tak berkeping hanya karena beberapa kesalahan, ia kuat dan kokoh karena rasa itulah yang menjadikan mereka beribadah hingga mereka dijaga Alloh sebagaimana mereka menjaga Alloh dalam setiap langkah kehidupan mereka.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
رَحِمَ اللهُ رَجُلاً قَامَ مِنَ الّليْلِ فَصَلَّى وَأَيْقَظَ امْرَأَتَهُ فَصَلَّتْ, فَإِنْ أَبَتْ نَضَحَ فِي وَجْهِهَا الْمَاءَ. وَ رَحِمَ اللهُ امْرَأَةً قَامَتْ مِنَ الّليْلِ فَصَلَّتْ وَأَيْقَظَتْ زَوْجَهَا فَصَلَّى, فَإِنْ أَبَى نَضَحَت فِي وَجْهِهِ الْمَاءَ
“Semoga Allah merahmati seorang lelaki (suami) yang bangun di waktu malam lalu mengerjakan shalat dan ia membangunkan istrinya hingga istrinya pun shalat. Bila istrinya enggan, ia percikkan air ke wajahnya. Dan semoga Allah merahmati seorang wanita (istri) yang bangun di waktu malam lalu mengerjakan shalat dan ia membangunkan suaminya hingga suaminya pun shalat. Bila suaminya enggan, ia percikkan air ke wajahnya.” (HR Abu Dawud no 1308)
Inilah gambaran rasa butuh, rasa butuh untuk sholat malam bersama, rasa butuh untuk saling menasehati, rasa butuh untuk memperbaiki hidup supaya diridhoi Alloh dan lainya, ia betul-betul yang menjadikan kehidupan bersamanya menjadi anugrah terindah dalam hidup karena rasa butuh itu memberi makna bahwa nikah itu bukan hanya semata hidup bersama tapi ia ibadah bersama.
Nikah adalah bersatu dalam taat, mengalah dalam ego dan melangkah bersama dalam amal sholeh, karena ia bukan hnnya kesenangan sesaat tapi ia merupakan pengorbanan dalam meraih ilahi.
"Rasa butuh" hadir bersama dengan tumbuhnya cinta kepada Alloh, ia hadir menyeruak bersama keinginan kuat untuk mendapatkan ridho ilahi dan ia hadir bahwa ketika telah tumbuh rasa mencintai Alloh yang disertai kesadaran bahwa mencintai-Nya berarti ia harus bersama dengan orang yang pula mencintai Alloh.
"Rasa butuh" itu layaknya benih yang tertanam dalam tanah kehidupan hati yang menumbuhkan pohon indah yang berbuah manis dan berakar kuat
Jadilah orang yang saling membutuhkan dalam ibadah ketika mengarungi bahtera pernikahan dan bagi yang belum menikah, maka carilah dia dan pilihlah seseorang karena membutuhkanya untuk beribadah kepada-Nya dan taat bersamanya
Oemar mita

Rabu, 06 April 2016

Doa agar mendapatkan Jodoh terbaik ^_*

BismillaahiRRahmaaniRRahiim..
RABBANA Hablana milladunka zaujan

thayyiban wayakuna shohiban lî fiddini
waddunya wal akhirah..
.
Artinya : YA RABB kami, berikanlah kami
pasangan yang terbaik dari sisi-MU..
Pasangan yang juga menjadi sahabat
kami dalam urusan Agama, urusan
Dunia dan Akhirat..
Aamiin Yaa Rabbal'aalamiin..

Senin, 04 April 2016

jealous T_T

Saya cemburu dengan para pemuda yang hafidz...

Suatu ketika saya bertemu dengan anak les saya pada waktu dia SD, sekarang sudah di SMPIT Ar-RIsalah Padang. Saya bertanya padanya "Sudah hafidz berapa juz?" dia jawab sambil tersenyum "Empat juz buk!". Subhanalllah...tiba-tiba tubuh saya panas dingin, sepertinya ada gangguan kejiwaan dalam diri saya. Saya makin penasaran, saya tanya lagi "Juz 1?" dia jawab "sudah buk", "Juz dua?" "sudah buk", "juz 3?" hati saya makin kacau dan tertusuk-tusuk wakut dia bilah "sudah buk". Ya Allah ada rasa bahagia dan sekaligus iri pada gadis kecil yang dulu saya ajar, sekarang sudah menjadi remaja yang cantik dan hafizh lagi..

seandainya...seandainya waktu bisa kembali, saya akan mengubah masa lalu yang kelam ini. saya akan sekolah di sebuah pesantren, dan menikah dengan seseorang ustadz..hehe..*mulai menghayal.. :(

ah sudahlah...

apalagi sekarang, jiwa saya semakin terguncang dan menggila, ketika saya berival dengan seorang gadis sholeha yang hafidz qur'an empat juz...hmm...mertua mana yang tidak mau menantunya seorang hafidzah.

Astaghfirullah...saya tidak ada apa-apanya dibandingkan wanita sholeha itu...lebih baik saya mundur, dan sekali-kali takkan menghayalkan kemenangan saya atas gadis tersebut. Meskipun dalam hati masih ingin bersaing, minimal saya juga bisa hafidz empat juz juga, namun saya tidak yakin dengan diri ini, karena nafsu yang belum terkendali... T_T...saya pasrah. Tapi, saya yakin sekali, bahwa Allah telah mempersiapkan seorang pemuda untuk saya, karena Allah sudah berjanji setiap makluk yang diciptakan berpasang-pasangan. "Tenang akan datang arjunamu!" ^_*

Namun, yang saya takutkan disini, janji Allah yang mengatakan "wanita baik untuk laki-laki baik, dan wanita tidak baik untuk laki-laki yang tidak baik" (An-Nur:26)  Menurut pemahaman dangkal saya berdasarkan firman Allah tersebut, pasangan kita sesuai dengan kita!

Namun, Ya Allah aku ingin pasangan yang lebih baik diri ini, lebih sholeh, lebih taat, minimal senantiasa memperbaiki diri, meskipun belum sempurna..sepertiku....


sALUT...

Saya salut kepada orang-orang yang mampu mengendalikan hatinya. pantaslah rasulullah suatu ketika dalam suatu majelis menunjuk si fulan yang baru datang sebagai salah satu penghuni surga. Salah satu sahabat bernama abdullah bin amr penasaran sehingga berkehendak untuk memantau apa saja yang dilakukannya sehingga disebut sebagai salah seorang penghuni surga. Setelah tiga hari dia menginab di rumah si fulan tersebut, abdullah merasakan tidak ada ibadah specila yang dia lakukan. Abdullah memberanikan diri untuk langsung bertanya kepada si fulan. "Wahai fulan amalan apa yang telah engkau lakukan, sehingga engkau dikatakan salah satu penghuni surga"... Si fulan menjawab "aku hanya selalu menjaga hatiku dari segala penyakit hati, dengki, hasad,, sombong, iri, dendam dan sebagainya..".

Masya Allah, ini yang belum saya miliki. Ujian demi ujian diberikan Allah tentang masalah hati ini. Allah Swt akan senantiasa menguji kita pada titik terlemah kita. Sampai kita berhasil memperbaiki kelemahan itu. Diantara kita mungkin pernah mengalami suatu pemasalahan yang sama dalam waktu yang berbeda. Dan tak jarang diantara kita berkata, "Kenapak saya selalu dihadapkan oleh masalah yang sama, masalah ini terus, ga da beres- beresnya. Kapan saya bisa melewatinya...." 
Hik...ternyata saya belum berhasil-berhasil sampai sekarang, selalu masalah hati. Ya Allah tolong ajarkan saya untuk mampu mengendalikan hati.! Untuk tidak menduakanMU, untuk selalu ikhlas menerima semua yang Engkau tetapkan, Agar diri ini hanya untukmu, lagi- dan lagi hanya untukMu,..dan hanya untuk MU ya Allah...
T_T